Mendidik
Akhlak Pada Anak-Anak Dalam Persepektif Al-Quran
Dalam
siklus kehidupan manusia, masa anak-anak merupakan sebuah priode yang paling
penting, namun juga merupakan suatu priode yang sangat berbahaya dalam artian
sangat memerlukan perhatian kedua orang tua, sebab seorang anak pada hakikatnya
telah tercipta dengan kemampuan untuk menerima kebaikan maupun keburukan. Maka
kadu orang tualah yang membuat anak akan condong kea rah yang mana.
Al-Quran
telah memberikan gambaran jelas, bagaimana mendidik anak yang tertuang dalam
surat Luqman, antar lain:
1.
Akhlak
kepada Allah Swt
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia
memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah,
Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(Q.S.
Luqman: 13)
Ayat diatas
mengisyaratkan bagaimana seharusnya para orang tua mendidik anaknya untuk
mengesakan penciptanya dan memegang prinsip tauhid dengan tidak menyekutukan
Allah Swt.
Kemudian anak-anak
dianjurkan untuk mengerjakan shalat. Sehingga terbentuk manusia yang senantiasa
kontak dengan penciptanya. Dalam hal ini telah disebutkan dalam surat Luqman
yang berbunyi
“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan
yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah
terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal
yang diwajibkan (oleh Allah)”. (Q.S. Luqman: 17)
2.
Akhlak
kepada Orang Tua
“ Dan Kami
perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya
telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya
dalam dua tahun.[1]
bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada Akulah
kamu kembali”. (Q.S. Luqman; 14)
Islam mendidik anak-anak untuk selalu
berbuat baik terhadap orang tua sebagai rasa terimakasih atas perhatian, kasih
sayang dan semua yang telah mereka lakukan untuk anaknya. Bahkan perintah untuk
bersyukur kepada orang tua menepati posisi setelah perintah bersyukur kepada
Allah Swt.
3.
Akhlak
kepada Orang Lain
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena
sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S.
Luqman: 18)
Kaitanya kehidupan
bermasyarakat. Anak-anak haruslah dididik untuk tidak bersikap acuh terhadap
sesama, sombong atas mereka, dan dan berjalan dimuka bumi dengan congkak.
Karena prilaku-prilaku tersebut tidak disenagi oleh Allah Swt dan dibenci
manusia.
4.
Akhlak
kepada Diri Sendiri
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan[2]
dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”.
(Q.S. Lukman: 19)
Berbarengan
dengan larangan berjalan dengan congkak. Allah memerintahkan untuk sederhana
dalam berjalan, dengan tidak mrnghempaskan tenaga dalam bergaya, tidak melengak-lengok,
tidak memanjangkan leher karena angkuh, akan tetapi berjalan dengan sederhana,
langkah yang sopan dan tegap. Memelakan suara adalah budi budi yang luhur.
Begitu pula percaya diri dan tenang karena berbicara jujur. Suara lantang (melengking)
dalam berbicara termasuk perangi yang buruk.
Demikian
Allah Swt telah memberikan contoh yang kongkret cara mendidik akhlak kepada
anak-anak. Jika setiap orang tua dapat melaksanakannya dengan baik, maka besar
harapan anak-anak akan tumbuh menjadi manusia-manusia muslim yang berakhlak
luhur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar