Rabu, 16 Desember 2015

Mendidik Akhlak Pada Anak-Anak Dalam Persepektif Al-Quran

Mendidik Akhlak Pada Anak-Anak Dalam Persepektif Al-Quran



Dalam siklus kehidupan manusia, masa anak-anak merupakan sebuah priode yang paling penting, namun juga merupakan suatu priode yang sangat berbahaya dalam artian sangat memerlukan perhatian kedua orang tua, sebab seorang anak pada hakikatnya telah tercipta dengan kemampuan untuk menerima kebaikan maupun keburukan. Maka kadu orang tualah yang membuat anak akan condong kea rah yang mana.
Al-Quran telah memberikan gambaran jelas, bagaimana mendidik anak yang tertuang dalam surat Luqman, antar lain:

1.      Akhlak kepada Allah Swt

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(Q.S. Luqman: 13)
    
Ayat diatas mengisyaratkan bagaimana seharusnya para orang tua mendidik anaknya untuk mengesakan penciptanya dan memegang prinsip tauhid dengan tidak menyekutukan Allah Swt.
Kemudian anak-anak dianjurkan untuk mengerjakan shalat. Sehingga terbentuk manusia yang senantiasa kontak dengan penciptanya. Dalam hal ini telah disebutkan dalam surat Luqman yang berbunyi 
“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (Q.S. Luqman: 17)


2.      Akhlak kepada Orang Tua

“ Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.[1] bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada Akulah kamu kembali”. (Q.S. Luqman; 14)
     Islam mendidik anak-anak untuk selalu berbuat baik terhadap orang tua sebagai rasa terimakasih atas perhatian, kasih sayang dan semua yang telah mereka lakukan untuk anaknya. Bahkan perintah untuk bersyukur kepada orang tua menepati posisi setelah perintah bersyukur kepada Allah Swt.

3.         Akhlak kepada Orang Lain

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S. Luqman: 18)
    
Kaitanya kehidupan bermasyarakat. Anak-anak haruslah dididik untuk tidak bersikap acuh terhadap sesama, sombong atas mereka, dan dan berjalan dimuka bumi dengan congkak. Karena prilaku-prilaku tersebut tidak disenagi oleh Allah Swt dan dibenci manusia. 

4.         Akhlak kepada Diri Sendiri

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan[2] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. (Q.S. Lukman: 19)
    
     Berbarengan dengan larangan berjalan dengan congkak. Allah memerintahkan untuk sederhana dalam berjalan, dengan tidak mrnghempaskan tenaga dalam bergaya, tidak melengak-lengok, tidak memanjangkan leher karena angkuh, akan tetapi berjalan dengan sederhana, langkah yang sopan dan tegap. Memelakan suara adalah budi budi yang luhur. Begitu pula percaya diri dan tenang karena berbicara jujur. Suara lantang (melengking) dalam berbicara termasuk perangi yang buruk.

     Demikian Allah Swt telah memberikan contoh yang kongkret cara mendidik akhlak kepada anak-anak. Jika setiap orang tua dapat melaksanakannya dengan baik, maka besar harapan anak-anak akan tumbuh menjadi manusia-manusia muslim yang berakhlak luhur.  




[1] Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.
[2] Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar